pada ranting yang menusuk rembulan
aku titipkan serangkaian permohonan
sudilah kiranya cahaya singgah sejenak
dalam keniscayaan malamawali setiap pagi dengan senyum dan semangat seperti panasnya kopi dan pagi hari hari dan hangatnya singkong goreng yang menemani (...)
pada ranting yang menusuk rembulan
aku titipkan serangkaian permohonan
sudilah kiranya cahaya singgah sejenak
dalam keniscayaan malamWahai pagi yang membuka tabir malam
Biarkanlah jinggamu
warnai buram lembar kehidupan
masa yang telah beranjak
melintasi waktu
sampaikan berkas sinar terangmu
menyusup pada celah bilik bambu
gubug-gubug perjuanganBetapa indahnya
Tanah basah
Langit cerah
Matahari senja memerah
Dan kicau burung meriah
Mewarnai suasana senja
Penuh romansa
Senja yang selalu didamba
Satu potret di ujung hari yang indahnya….
Organ Genitalia Interna
1. Ovarium
sepasang, homolog dgn testis, 3 x 1,5 x 1 cm
lokasi : di fossa ovarica (anterior : a. Umbilcalis, posterior : ureter & percabangan a.iliaca communis)
posisi bervariasi (nullipara : axis panjang melintang, primigravida berubah)
bangunan :
2 facies : lateralis & medialis
4 extremitas : tubae, uterina, mesovarium & tepi bebas
pembungkus : peritoneum viscerale (mesovarium)
penggantung :
lig. Suspensorium ovarii (vasa ovarica & saraf)
lig. Ovarii proprium mesovarium
struktur ovarium ;
cortex : <> vasculer
perkembangan folikel :
folikel Primer folikel Sekunder folikel Vesicularis (graaf) ovulasi ovum corpus haemorhagicum corpus Luteum corpus albicans
Vascularisasi :
a. ovarica (melalui. Lig Suspensorium ovarii & mesovarium)
a. uterina (melalui.. Lig. Ovarii proprium)
Kedua arteri beranastomosis di mesovarium
Inervasi : plexus ovaricus (mll.lig. Susp.ovarii)
Komponen : simp, parasimp & serabut aferen autonom
2. Tuba uterina
lokasi di tepi atas ligamentum Latum, panjang 10 cm
4 bagian :
pars intramuralis terdapat ostium uterinum tubae
isthmus
ampula tempat fertilisasi
infundibulum (berbentuk corong, mempunyai fimbria tubae , berakhir ostium abdominale tubae ke cavum peritonei
vascularisasi : a. Ovarica & a. Uterina (anastomosis membentuk arcus di ligamentum Latum menuju tuba uterine
inervasi :
vasa : simpatis (plexus hypogastricus & t12-l2)
otot polos : parasimp (n.x & n. Splancnichus pelvicus
Klinis :
pelvikal peritonitis >> pd wanita krn infeksi organ.genital interna melalui ostium abdominale tubae peritonium.
Transportasi ovum
ovulasi : ovarium ovum fimbria tuba uterina (dgn kontraksi ritmik dinding tubae kearah uterus, aksi cilia dan sekresi-absorbsi cairan) ampula
konsepsi - konsepsi + (fertilisasi)
ampula ampula : + sperma
tuba tuba uterina (5 hr)
cavum uteri (absorbsi) cavum uteri
menstruasi endometrium (nidasi)
konsepsi di ampula , karena :
mucosa ampula convoluted & mempunyai cilia bergerak aliran berlawanan aliran turbulen (mempertahankan ovum tetap di ampula)
mucosa ampula vasculer & berfungsi untuk sekresi - absorbsi cairan sekresi dengan progesteron (kaya vaskularisasi terkumpulnya nutrisi dan hormon untuk menunjang pertumbuhan)
kelainan : kehamilan ektopik
3. Uterus
bentuk : buah pir, ukuran 7,5 x 5 x 3 cm
posisi :
antefleksi ( <>>) stratum. Fungsionale
stratum longitud.ext
2. myometrium (otot polos) stratum circulare (vasc >>)
stratum longitud.int
3. perimetrium (peritoneum)
Parametrium : jar.ikat di ka-ki uterus di dlm lig latum (isi : jar.ikat, vasa , saraf)
penggantung uterus :
- ligamentum cardinale (sisi lat portio supravag - dinding pelvis)
- ligamentum uterosacrale (isthmus - sacrum)
- ligamentum vesicouterinum( isthmus - fundus vesica urinaria)
- ligamentum latum
- ligamentum teres uteri / rotundum terpenting
- ligamentum rectovaginale (fornix post - rectum)
vascularisasi : anastomosis antara a uterina & a ovarica
inervasi : plexus hypogastricus inferior dan Pleksus Uterovaginalis
Vascularisasi Organ Genital Interna
a.uterina (masuk di lig latum di sisi lat uterus, di isthmus
cbg ascendens: fundus uteri : r.ovaricus (lig ovarii prop)
a. Lig teretis uteri
r tubarius (tuba uterina)
cbg descendens : a. Vaginalis
a. Ovarica
Organ Genitalia Interna
Tuba Uterina
Uterus
Prolapsus uteri
Uterine Wall
• Endometrium – inner mucosal layer
Columnar epithelium
Abundant tubular glands, monthly variations
Shed monthly at menses
• Myometrium – middle layer
smooth muscle
Produces muscle contractions to expel fetus
• Perimetrium – outer serosal layer
Covers part of cervix & body of uterus
Vagina
Terdiri dari 3 lapisan
Adventitia – jaringan ikat fibrosa
Muscularis – otot polos, 1/3 distal ada otot lurik
Mucosa – ditandai dg lipatan-lipatan transversa
Tersusun dari lamina propria dan epitel skuamosa stratifikatum
Hymen – diafragma inkomplit
Fornix – lipatan di vagina bagian atas
Anatomi vagina
Fibromuscular tube
8 – 10 cm long
Uterus to outside
Conveys:
– Uterine secretions
– Receives penis – coitus
– Birth of baby
Lower end – hymen – membrane across orifice
Fornix – recesses where vagina surrounds cervix
Innervasi vagina
¼ vagina bagian bawah dinnervasi oleh serabut syaraf perifer sehingga menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan dan suhu
Vagina bagian atas dinnervasi oleh serabut syaraf otonom sehingga menjadi tidak terlalu sensitif terhadap sentuhan dan suhu
.
Histologi Dinding Vagina
Vagina ditutupi oleh lapisan epitel skuamosa stratifikatum yang memiliki kemampuan untuk absorpsi obat
Jaringan kolagen dan elastin pada lamina propria menyebabkan dinding vagina elastis
Vaskularisasi banyak absorbsi obat cepat
Fisiologi vagina
Sel-sel epitel vagina yang mengalami regenerasi terus-menerus
Aktivitas bakteri lactobacilus vagina
1 Lactobacilli bersaing dengan mikroba eksogen dalam mendapatkan nutrisi
2 Lactobacilli mempertahankan maintain ph vagina tetap rendah (3,8 - 4,2)
3 Lactobacilli menghasilkan asam yang bersifat antimicroba dan bakteriosida
Imunologi
1. Sel-sel langerhans
2. Terutama menghasilkan antibodi iga yang disekresikan di vagina
Hymen
Vaskularisasi
• A/v ovarica dan a/v uterina saling beranastomosis
• A/v uterina menyilangi ureter pada perbatasan serviks
Otot dasar panggul
Episiotomi
Irisan pada perineum (perineotomi) untuk memperluas outlet dengan maksud mempermudah pengeluaran janin pada persalinan kala II
TUJUAN
• Mencegah ruptur perinei totalis
• Mencegah ruptur sphincter ani & rektum
• Episiotomi tidak dilakukan secara rutin
• Penyembuhan ruptur perinei tk III/IV tak baik
JARINGAN YANG TERPOTONG
1. Kulit (Perineal skin & subcutaneous tissue)
2. Dinding belakang vagina
3. Musculus bulbo-cavernosus
4. Musculus perinei transversus superficialis
5. Pubococcygeus/serabut anterior dari bagian puborectal musculus levator ani
Penjahitan
Pelvis (panggul)
Pintu atas & pintu bawah panggul
PAP:
• diameter transversa (13,5 cm)
• Konjugata obstetrica normal >10 cm
PTP:
• diameter interspinosum (10 cm)
Ukuran Panggul
PAP
• Konjugata vera
• Konjugata obstetrica à penting
• Konjugata diagonalis à dpt diukur secara klinis
Pintu bawah panggul
• Diameter anteroposterior (11,5 cm)
• Diameter transversa (11 cm)
Klasifikiasi bentuk panggul menurut caldwell-moloy
Bentuk panggul (pap) caldwell-moloy
1. Ginekoid : oval, t>ap, arcus >90o
2. Antropoid : ap>t, arcus <90o ap="t,">90o
Kepala janin Pemeriksaan utk menentukan konjugata diagonalis
Hubungan konjugata obstetrica & konjugata diagonalis Station (Penurunan Kepala)
Engaged
The uterine cycle
Series of cyclic phases of the endometrium
Phases coordinate with the ovarian cycle
Endometrial phases directed by FSH and LH
Phases of uterine cycle
– Menstrual phase – days 1-5
Θ Stratum functionalis is shed
– Proliferative phase – days 6-14
– Secretory phase – days 15-28
Cycle overview
• GnRH secretion affects LH and FSH secretion by pituitary
• LH and FSH affect follicle maturation
• Estrogen and progesterone from ovary affect uterus
The menstrual cycle
Stage of Early Embryonic Development Early and late Implantation
Growth & development of embryo & supporting structures The Placenta
Ini bahan dari ibuknya, q gabung aja yah…
DINDING PELVIS
Pelvis
1. Bagian Keras : dibentuk tulang, berbentuk corong
2. Bagian Lunak : dibentuk otot & ligamentum
TULANG PENYUSUN PELVIS :
1. Ossa coxae (2)
2. Os sacrum (1)
3. Os cocygeus (1)
OSSA COXAE:
Terdiri dari 3 tulang:
a. Os illium, bangunannya:
crista iliaca
ala ossis ilii
spina iliaca anterior superior (SIAS)
spina iliaca anterior inferior (SIAI)
spina iliaca posterior superior (SIPS)
spina iliaca posterior inferior (SIPI)
incisura ischiadica major
linea arcuata (batas pelvis major & minor)
acetabulum
b. Os ischium, bangunannya:
corpus
ramus superior
ramus inferior
spina ischiadica
incisura ischiadica minor
tuber ischiadicum
c. Os pubis, bangunannya :
corpus
ramus superior
ramus inferior
foramen obturatorium
OS SACRUM, bangunannya:
foramina sacralia anterior (dilalui pleksus sacralis & vasa darah)
Pada ibu hamil pada saat kepala turun pleksus tertekan cram / nyeri kaki
crista sacralis
promontorium (bag. Kranial sacrum yg berhub. Dgn VL V yg menonjol)
fascies auricularis, basis ossis sacri
OS COCYGEUS:
3 - 5 vertebra yg gabung.
Partus : terdorong ke dorsal PBP makin lebar
CAVUM PELVIS
Oleh linea terminalis ( linea arcuata ka - ki & basis ossis sacri)
1. pelvis major ( dicranial, isi organ abdomen)
2.pelvis minor ( di kaudal, isi organ reproduksi, sebagai jalan lahir)
2 pintu :
- PAP ( aditus pelvis/ apertura pelvis superior/inlet). Bulat dibatasi kedua linea arcuata & promontorium
- PBP ( exitus pelvis/apertura pelvis inferior/outlet. Bentuk belah ketupat, dibatasi arcus pubis, os cocygeus & kedua tuber ischiadicum
Berdiri : inclinatio pelvis ( sudut antara bidang horisontal & aditus pelvis)
Perbedaan pelvis laki-laki & perempuan
Pelvis Laki - laki Pelvis perempuan
inclinatio pelvis : 60 70 - 75
arcus pubis <> 90
Aditu pelvis spt jantung Hampir bulat
Ala osisi ilii <> ke ventral daripada tuberculum pubicum
JENIS PELVIS
1. Gynecoid : bulat, > 50 %
2. Android : spt jantung
3. Anthropoid : PAP oval, sempit, memanjang ventraldorsal
4. Platypelloid : PAP elips, sumbu panjang transversal
UKURAN PELVIS
Pada aditus pelvis :
conjugata vera anatomica ( promontorium - tepi cranial simp)
conjugata vera obstetrica ( promontorium - dinding dorsal simp)
conjugata diagonalis (promontorium - tepi caudal simphisis), diukur dengan VT utk memperkirakan Conjugata vera
CV= CD dikurangi 1,5 s.d 2cm
diameter transversa (jarak terbesar antara linea arcuata ka - kiri)
diam.obliqua I (art. Sacroiliaca kanan - eminentia iliopectinea kiri )
diam.obliqua II (art. Sacroiliaca kiri - eminentia iliopectinea kanan)
Conjugata ext ( tepi cranial simphisis - proc. Spinosus VL V)
Distansia spinarum ( jarak kedua spina ischiadica)
Distansia cristarum ( jarak kedua crista iliaca)
Pada exisus pelvis
diameter recta ( tepi caudal simp - ujung kaudal os cocygeus)
terbesar : pertengahan dorsal simp - pertengahan fascies pelvina ossis sacri pd linea mediana
diam. Transversa ( jarak kedua tuber ischiadicum)
AXIS PELVIS : garis yg melalui pertengahan conjugata vera anatomica, diameter recta pd tempat terlebar & diam. Recta pd exitus pelvis
Bidang Hodge
( bidang utk menentukan seberapa jauh penuru-nan bag anak ke dalam cavum pelvis):
1. Hodge I: sesuai PAP
2. Hodge II : sejajr Hodge I mll tepi kaudal sympisis
3. Hodge III : sejajar hodge I mll. Spina ischiadica bisa melahirkan pervaginum
4. Hodge IV: sejajar Hodge I mll ujung os cocygeus
Pada Vaginal Toucher untuk menentukan bentuk & ukuran panggul, dinilai :
promontorium (teraba/tidak)
diukur Conjugata diagonalis
linea terminalis ( teraba seluruhnya / sebagian)
dinding samping ( lurus/convergen/divergen)
spina ischiadica ( menonjol / tidak)
os sacrum ( inclinatio ke depan/belakang & konkavitas)
sudut arcus pubis (luas / tidak)
OTOT PELVIS
Pelvis major : m. psoas major, psoas minor, m. iliacus
Pelvis minor :
Terdiri dari otot & lig. yg membentuk dasar panggul ( diaphragma pelvicum) yg meliputi:
pars muscularis : m. levator ani ada 3 bagian : m. pubococygeus, m. iliococygeus & m. ischicocygeus
pars membranacea; antara kedua m. pubococcygeus tdpt celah diaphragma urogenitale yang ditembus oleh urethra & vagina
Fungsi diaphragma pelvis :
menahan organgenital interna lemah prolapsus
Otot daerah perineum ( bag. Permukaan dr exitus pelvis), dibagi 2 regio :
regio analis : m. sphincter ani externa
regio urogenitalis :
m. bulbospongiosum
m. ischiocavernosum
m. transversus perinei superfiscial
Episiotomi mediolateral, akan memotong : kulit, dinding post vagina, m. bulbospongiosum, m. transversus perinei superfiscialis dan fascia inferior membrana urogenital.
- Selesai -
MuTiara KatA
Anatomi Klinik Sistema Reproduksi
Dr. Alfaina Wahyuni, M.Kes
da_Sune
Kamis, 31 Mei 2007
السلام عليكم ورحمة الله وبزكته
akkkhirnya setelah dinanti dan ditunggu, dr. Alfaina jadi juga ngasie kuliah, di Kamis sore nan mendung mana kuliahnya sampe mepetz maghrib gitu.. Udah mulai aja yukz...
Ilustrasi Kasus (KET – Kehamilan Ektopik Terganggu)
Seorang wanita, terlambat haid 3 bulan, mengeluh perdarahan dari jalan lahir dan nyeri perut kanan bawah. Dari pemeriksaan didapatkan tanda syok, nyeri perut kanan bawah, nyeri goyang serviks dan pungsi cavum douglas (+). Ditegakkan dx kehamilan ektopik terganggu, diputuskan untuk laparotomi.
Untuk mengerti tentang kasus di atas, kita perlu mempelajari Anatomi Genitalia Feminina, setelah kuliah ini kita pasti bisa jawab.. Ayo, simak dengan baik ya kuliahnya, jawabannya ada di bawah...
Organ genitalia eksterna
Mons pubis
Labia mayora
Labia minora
Clitoris
Vestibulum
Vagina
Perineum
Organa Genitalia Feminina Externa
Mons Pubis : peninggian membulat jaringan lemak didepan symphisis pubis. Pada gadis dewasa ditumbuhi pubes ( rambut kemaluan)
Labium majus:
- Ada 2 kanan dan kiri, keduanya membatasi celah rima pudendi.
- Mengandung akhiran ligamentum teres uteri , otot polos, saraf dan lemak.
.Labium minus :
- Kearah depan kedua labium minus berhubungan dan membentuk preputium clitoridis dan frenulum clitoridis.
Vestibulum vaginae : yaitu ruangan yang sebelah lateral dibatasi oleh kedua labium minus, Disini terdapat lubang - lubang :
• ostium urethrae externum
• ostium vaginae
• muara gld. vestibularis major (di ka – ki ostium vagina)
• muara gld. vestibularis minor (di antara ostium vagina & OUE)
• muara gld. Paraurethralis ( di ka-ki OUE)
Dibagian bawah terdapat cekungan fossa vestibuli / fossa navicularis.
Clitoris, homolog dengan penis , mengandung jaringan erektil.
Bulbus vestibuli , jaringan erektil pada sisi ostium vagina dan ditutup oleh m. bulbospongiosus. Homolog dengan bulbus penis pada pria.
Glandula vestibularis major ( Gld. Bartholini ), dibelakang bulbus vestibuli.
Jika infeksi : Bartholinitis, abses bartholini , kiste bartolini
Vascularisasi :
pudenda externa
pudenda interna
profunda clitoridis dan a. dorsalis clitoridis
vaginalis anterior.
Aliran limfe : menuju ke nnll. inguinalis superficialis.
Inervasi : n. ilioinguinalis, n. pudendus, n. dorsalis clitoridis dan plexus uterovaginalis.
Struktur di bawah kulit:
Glandula Skene (kelenjar para urethralis)
Glandula bartholini
Bulbus vestibuli
Organ Genitalia Interna
1. Ovarium
sepasang, homolog dgn testis, 3 x 1,5 x 1 cm
lokasi : di fossa ovarica (anterior : a. Umbilcalis, posterior : ureter & percabangan a.iliaca communis)
posisi bervariasi (nullipara : axis panjang melintang, primigravida berubah)
bangunan :
2 facies : lateralis & medialis
4 extremitas : tubae, uterina, mesovarium & tepi bebas
pembungkus : peritoneum viscerale (mesovarium)
penggantung :
lig. Suspensorium ovarii (vasa ovarica & saraf)
lig. Ovarii proprium mesovarium
struktur ovarium ;
cortex : <> vasculer
perkembangan folikel :
folikel Primer folikel Sekunder folikel Vesicularis (graaf) ovulasi ovum corpus haemorhagicum corpus Luteum corpus albicans
Vascularisasi :
a. ovarica (melalui. Lig Suspensorium ovarii & mesovarium)
a. uterina (melalui.. Lig. Ovarii proprium)
Kedua arteri beranastomosis di mesovarium
Inervasi : plexus ovaricus (mll.lig. Susp.ovarii)
Komponen : simp, parasimp & serabut aferen autonom
2. Tuba uterina
lokasi di tepi atas ligamentum Latum, panjang 10 cm
4 bagian :
pars intramuralis terdapat ostium uterinum tubae
isthmus
ampula tempat fertilisasi
infundibulum (berbentuk corong, mempunyai fimbria tubae , berakhir ostium abdominale tubae ke cavum peritonei
vascularisasi : a. Ovarica & a. Uterina (anastomosis membentuk arcus di ligamentum Latum menuju tuba uterine
inervasi :
vasa : simpatis (plexus hypogastricus & t12-l2)
otot polos : parasimp (n.x & n. Splancnichus pelvicus
Klinis :
pelvikal peritonitis >> pd wanita krn infeksi organ.genital interna melalui ostium abdominale tubae peritonium.
Transportasi ovum
ovulasi : ovarium ovum fimbria tuba uterina (dgn kontraksi ritmik dinding tubae kearah uterus, aksi cilia dan sekresi-absorbsi cairan) ampula
konsepsi - konsepsi + (fertilisasi)
ampula ampula : + sperma
tuba tuba uterina (5 hr)
cavum uteri (absorbsi) cavum uteri
menstruasi endometrium (nidasi)
konsepsi di ampula , karena :
mucosa ampula convoluted & mempunyai cilia bergerak aliran berlawanan aliran turbulen (mempertahankan ovum tetap di ampula)
mucosa ampula vasculer & berfungsi untuk sekresi - absorbsi cairan sekresi dengan progesteron (kaya vaskularisasi terkumpulnya nutrisi dan hormon untuk menunjang pertumbuhan)
kelainan : kehamilan ektopik
3. Uterus
bentuk : buah pir, ukuran 7,5 x 5 x 3 cm
posisi :
antefleksi ( <>>) stratum. Fungsionale
stratum longitud.ext
2. myometrium (otot polos) stratum circulare (vasc >>)
stratum longitud.int
3. perimetrium (peritoneum)
Parametrium : jar.ikat di ka-ki uterus di dlm lig latum (isi : jar.ikat, vasa , saraf)
penggantung uterus :
- ligamentum cardinale (sisi lat portio supravag - dinding pelvis)
- ligamentum uterosacrale (isthmus - sacrum)
- ligamentum vesicouterinum( isthmus - fundus vesica urinaria)
- ligamentum latum
- ligamentum teres uteri / rotundum terpenting
- ligamentum rectovaginale (fornix post - rectum)
vascularisasi : anastomosis antara a uterina & a ovarica
inervasi : plexus hypogastricus inferior dan Pleksus Uterovaginalis
Vascularisasi Organ Genital Interna
a.uterina (masuk di lig latum di sisi lat uterus, di isthmus
cbg ascendens: fundus uteri : r.ovaricus (lig ovarii prop)
a. Lig teretis uteri
r tubarius (tuba uterina)
cbg descendens : a. Vaginalis
a. Ovarica
Organ Genitalia Interna
Tuba Uterina
Uterus
Prolapsus uteri
Uterine Wall
• Endometrium – inner mucosal layer
Columnar epithelium
Abundant tubular glands, monthly variations
Shed monthly at menses
• Myometrium – middle layer
smooth muscle
Produces muscle contractions to expel fetus
• Perimetrium – outer serosal layer
Covers part of cervix & body of uterus
Vagina
Terdiri dari 3 lapisan
Adventitia – jaringan ikat fibrosa
Muscularis – otot polos, 1/3 distal ada otot lurik
Mucosa – ditandai dg lipatan-lipatan transversa
Tersusun dari lamina propria dan epitel skuamosa stratifikatum
Hymen – diafragma inkomplit
Fornix – lipatan di vagina bagian atas
Anatomi vagina
Fibromuscular tube
8 – 10 cm long
Uterus to outside
Conveys:
– Uterine secretions
– Receives penis – coitus
– Birth of baby
Lower end – hymen – membrane across orifice
Fornix – recesses where vagina surrounds cervix
Innervasi vagina
¼ vagina bagian bawah dinnervasi oleh serabut syaraf perifer sehingga menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan dan suhu
Vagina bagian atas dinnervasi oleh serabut syaraf otonom sehingga menjadi tidak terlalu sensitif terhadap sentuhan dan suhu
.
Histologi Dinding Vagina
Vagina ditutupi oleh lapisan epitel skuamosa stratifikatum yang memiliki kemampuan untuk absorpsi obat
Jaringan kolagen dan elastin pada lamina propria menyebabkan dinding vagina elastis
Vaskularisasi banyak absorbsi obat cepat
Fisiologi vagina
Sel-sel epitel vagina yang mengalami regenerasi terus-menerus
Aktivitas bakteri lactobacilus vagina
1 Lactobacilli bersaing dengan mikroba eksogen dalam mendapatkan nutrisi
2 Lactobacilli mempertahankan maintain ph vagina tetap rendah (3,8 - 4,2)
3 Lactobacilli menghasilkan asam yang bersifat antimicroba dan bakteriosida
Imunologi
1. Sel-sel langerhans
2. Terutama menghasilkan antibodi iga yang disekresikan di vagina
Hymen
Vaskularisasi
• A/v ovarica dan a/v uterina saling beranastomosis
• A/v uterina menyilangi ureter pada perbatasan serviks
Otot dasar panggul
Episiotomi
Irisan pada perineum (perineotomi) untuk memperluas outlet dengan maksud mempermudah pengeluaran janin pada persalinan kala II
TUJUAN
• Mencegah ruptur perinei totalis
• Mencegah ruptur sphincter ani & rektum
• Episiotomi tidak dilakukan secara rutin
• Penyembuhan ruptur perinei tk III/IV tak baik
JARINGAN YANG TERPOTONG
1. Kulit (Perineal skin & subcutaneous tissue)
2. Dinding belakang vagina
3. Musculus bulbo-cavernosus
4. Musculus perinei transversus superficialis
5. Pubococcygeus/serabut anterior dari bagian puborectal musculus levator ani
Penjahitan
Pelvis (panggul)
Pintu atas & pintu bawah panggul
PAP:
• diameter transversa (13,5 cm)
• Konjugata obstetrica normal >10 cm
PTP:
• diameter interspinosum (10 cm)
Ukuran Panggul
PAP
• Konjugata vera
• Konjugata obstetrica à penting
• Konjugata diagonalis à dpt diukur secara klinis
Pintu bawah panggul
• Diameter anteroposterior (11,5 cm)
• Diameter transversa (11 cm)
Klasifikiasi bentuk panggul menurut caldwell-moloy
Bentuk panggul (pap) caldwell-moloy
1. Ginekoid : oval, t>ap, arcus >90o
2. Antropoid : ap>t, arcus <90o ap="t,">90o
Kepala janin Pemeriksaan utk menentukan konjugata diagonalis
Hubungan konjugata obstetrica & konjugata diagonalis Station (Penurunan Kepala)
Engaged
The uterine cycle
Series of cyclic phases of the endometrium
Phases coordinate with the ovarian cycle
Endometrial phases directed by FSH and LH
Phases of uterine cycle
– Menstrual phase – days 1-5
Θ Stratum functionalis is shed
– Proliferative phase – days 6-14
– Secretory phase – days 15-28
Cycle overview
• GnRH secretion affects LH and FSH secretion by pituitary
• LH and FSH affect follicle maturation
• Estrogen and progesterone from ovary affect uterus
The menstrual cycle
Stage of Early Embryonic Development Early and late Implantation
Growth & development of embryo & supporting structures The Placenta
Ini bahan dari ibuknya, q gabung aja yah…
DINDING PELVIS
Pelvis
1. Bagian Keras : dibentuk tulang, berbentuk corong
2. Bagian Lunak : dibentuk otot & ligamentum
TULANG PENYUSUN PELVIS :
1. Ossa coxae (2)
2. Os sacrum (1)
3. Os cocygeus (1)
OSSA COXAE:
Terdiri dari 3 tulang:
a. Os illium, bangunannya:
crista iliaca
ala ossis ilii
spina iliaca anterior superior (SIAS)
spina iliaca anterior inferior (SIAI)
spina iliaca posterior superior (SIPS)
spina iliaca posterior inferior (SIPI)
incisura ischiadica major
linea arcuata (batas pelvis major & minor)
acetabulum
b. Os ischium, bangunannya:
corpus
ramus superior
ramus inferior
spina ischiadica
incisura ischiadica minor
tuber ischiadicum
c. Os pubis, bangunannya :
corpus
ramus superior
ramus inferior
foramen obturatorium
OS SACRUM, bangunannya:
foramina sacralia anterior (dilalui pleksus sacralis & vasa darah)
Pada ibu hamil pada saat kepala turun pleksus tertekan cram / nyeri kaki
crista sacralis
promontorium (bag. Kranial sacrum yg berhub. Dgn VL V yg menonjol)
fascies auricularis, basis ossis sacri
OS COCYGEUS:
3 - 5 vertebra yg gabung.
Partus : terdorong ke dorsal PBP makin lebar
CAVUM PELVIS
Oleh linea terminalis ( linea arcuata ka - ki & basis ossis sacri)
1. pelvis major ( dicranial, isi organ abdomen)
2.pelvis minor ( di kaudal, isi organ reproduksi, sebagai jalan lahir)
2 pintu :
- PAP ( aditus pelvis/ apertura pelvis superior/inlet). Bulat dibatasi kedua linea arcuata & promontorium
- PBP ( exitus pelvis/apertura pelvis inferior/outlet. Bentuk belah ketupat, dibatasi arcus pubis, os cocygeus & kedua tuber ischiadicum
Berdiri : inclinatio pelvis ( sudut antara bidang horisontal & aditus pelvis)
Perbedaan pelvis laki-laki & perempuan
Pelvis Laki - laki Pelvis perempuan
inclinatio pelvis : 60 70 - 75
arcus pubis <> 90
Aditu pelvis spt jantung Hampir bulat
Ala osisi ilii <> ke ventral daripada tuberculum pubicum
JENIS PELVIS
1. Gynecoid : bulat, > 50 %
2. Android : spt jantung
3. Anthropoid : PAP oval, sempit, memanjang ventraldorsal
4. Platypelloid : PAP elips, sumbu panjang transversal
UKURAN PELVIS
Pada aditus pelvis :
conjugata vera anatomica ( promontorium - tepi cranial simp)
conjugata vera obstetrica ( promontorium - dinding dorsal simp)
conjugata diagonalis (promontorium - tepi caudal simphisis), diukur dengan VT utk memperkirakan Conjugata vera
CV= CD dikurangi 1,5 s.d 2cm
diameter transversa (jarak terbesar antara linea arcuata ka - kiri)
diam.obliqua I (art. Sacroiliaca kanan - eminentia iliopectinea kiri )
diam.obliqua II (art. Sacroiliaca kiri - eminentia iliopectinea kanan)
Conjugata ext ( tepi cranial simphisis - proc. Spinosus VL V)
Distansia spinarum ( jarak kedua spina ischiadica)
Distansia cristarum ( jarak kedua crista iliaca)
Pada exisus pelvis
diameter recta ( tepi caudal simp - ujung kaudal os cocygeus)
terbesar : pertengahan dorsal simp - pertengahan fascies pelvina ossis sacri pd linea mediana
diam. Transversa ( jarak kedua tuber ischiadicum)
AXIS PELVIS : garis yg melalui pertengahan conjugata vera anatomica, diameter recta pd tempat terlebar & diam. Recta pd exitus pelvis
Bidang Hodge
( bidang utk menentukan seberapa jauh penuru-nan bag anak ke dalam cavum pelvis):
1. Hodge I: sesuai PAP
2. Hodge II : sejajr Hodge I mll tepi kaudal sympisis
3. Hodge III : sejajar hodge I mll. Spina ischiadica bisa melahirkan pervaginum
4. Hodge IV: sejajar Hodge I mll ujung os cocygeus
Pada Vaginal Toucher untuk menentukan bentuk & ukuran panggul, dinilai :
promontorium (teraba/tidak)
diukur Conjugata diagonalis
linea terminalis ( teraba seluruhnya / sebagian)
dinding samping ( lurus/convergen/divergen)
spina ischiadica ( menonjol / tidak)
os sacrum ( inclinatio ke depan/belakang & konkavitas)
sudut arcus pubis (luas / tidak)
OTOT PELVIS
Pelvis major : m. psoas major, psoas minor, m. iliacus
Pelvis minor :
Terdiri dari otot & lig. yg membentuk dasar panggul ( diaphragma pelvicum) yg meliputi:
pars muscularis : m. levator ani ada 3 bagian : m. pubococygeus, m. iliococygeus & m. ischicocygeus
pars membranacea; antara kedua m. pubococcygeus tdpt celah diaphragma urogenitale yang ditembus oleh urethra & vagina
Fungsi diaphragma pelvis :
menahan organgenital interna lemah prolapsus
Otot daerah perineum ( bag. Permukaan dr exitus pelvis), dibagi 2 regio :
regio analis : m. sphincter ani externa
regio urogenitalis :
m. bulbospongiosum
m. ischiocavernosum
m. transversus perinei superfiscial
Episiotomi mediolateral, akan memotong : kulit, dinding post vagina, m. bulbospongiosum, m. transversus perinei superfiscialis dan fascia inferior membrana urogenital.
- Selesai -
MuTiara KatA
Mampukah malam
Melewati satu bahagia
Atau hanya sekedar canda tawa?
Sedang selalu saja tak ada
Jaminan pagi esok
Mentari kembali menyapa
Bila matahari esok pun belum tentu datang
Rasakan sinar tulusnya malam ini
Di sini
Dalam hati
Dan tersenyum
Dan bersyukurlah
Bagaimana meraskan hangat
Bila sejauh matahari melayang
Hati yang menanti
Masih dan mungkin selalu terkurung pada satu kuil
Terjaga naga
Juga parit dalam sempit himpit
Rasakanlah,
Walau raga jauh terhimpit,
Terjepit.
Bebaskan jiwa
Hirup udara bebas
Penuh kasih sayang
Walaupun hanya sebatas penantian
Penantian bagi pengelana adalah keniscayaan
Meski berjuang hanya akan terbuang
Kebebasan
Hanya satu bentuk hiburan pada bayang-bayang
Pada bayangan hitam tersorot nyala lilin
Tertiup angin
Menunggu habisnya, dan mati!
Bila lilin itu padam
Buatlah api dari sisa-sisa kayu semangat
Terbakar ingin-ingin yang hadir membayang
Di tepian jiwa
Dan hangatkanlah
Raga rapuh itu dengan secuil kepercayaan
Di mana api itu berkobar
Bagaimana ada nyala api
Jika pemantiknya hanyut
Terbawa derasnya air terjun
Pada bendungan perjuangan
Sedang gesekan roda besi
Tak cukup membakar
daun kering sekalipun
terima kasih pada api
yang membakar
dan angin
yang terus mengobarkan malam…
-9 Ramadhan 1429 H-
Hak Asasi Manusia (HAM) yang merupakan anak kandung dari ideologi sekular-kapitalisme yang terus dipuja-puja sebagai gagasan sempurna tanpa cela. Di mana-mana HAM dikumandangkan oleh para pemujanya sebagai ide brilian yang wajib dihormati dan dijunjung tinggi.
Dirumuskan melalui Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948, sejatinya HAM adalah ide usang. Belum seabad pelaksanaannya, HAM telah meninggalkan jejak-jejak kotor, penuh noda dan berlumur darah. Empat ide dasar HAM—(1) kebebasan beragama, (2) kebebasan berpendapat, (3) kebebasan kepemilikan dan (4) kebebasan berekspresi atau bertingkah laku—nyatanya hanya fatamorgana; tidak realistis, baik teori maupun tataran praktis; tidak memberikan jaminan kebebasan hakiki, kesejahteraan dan keadilan sebagaimana yang digembar-gemborkan.
1. Kebebasan beragama.
Apa yang dimaksud dengan kebebasan beragama versi HAM? Apakah itu dimaknai sebagai “setiap manusia bebas untuk memeluk agama apapun atau bahkan tak beragama”? Ataukah dimaknai “pemeluk agama bebas menjalankan ajaran agamanya”? Kedua makna di atas, sama-sama tak selaras dengan realitas alias hanya mitos saja.
Jika yang dimaksud adalah definisi pertama, buktinya manusia tidak diberi kebebasan penuh dalam menjalankan misinya menyembah Tuhan. Setiap manusia memang membutuhkan agama karena mereka dengan kelemahannya selalu mencari siapapun yang layak diagungkan dan disucikan sebagai Tuhannya. Namun, setiap negara selalu memiliki batasan atas agama apa saja yang diakui. Bahkan di negara liberal sekalipun pun, sekte-sekte sesat diharamkan dan diberangus. Seperti sekte yang mengajak pengikutnya bunuh diri rame-rame di Amerika Serikat, tidak bisa diklaim sebagai agama yang lantas dibenarkan untuk eksis. Jadi, klaim kebebasan agama versi ini telah tereliminasi. Nyatanya beragama itu tetap ada dalam batasan, tidak bebas sama sekali.
Ironisnya, ketika agama itu mengacak-ngacak Islam, barulah para pembela HAM segera membela: itu sebagai wujud kebebasan beragama. Contohnya dalam kasus mencuatnya berbagai aliran sesat di Tanah Air seperti Ahmadiyah, Al-Qiyadah al-Islamiyah, dll.
Lantas, jika kebebasan beragama dimaknai sebagai “pemeluk agama bebas menjalankan ajaran agamanya”, maka di manakah letak kebebasan itu bagi umat Islam? Sekalipun agama resmi diakui suatu negara dan dianut mayoritas, jika agama itu adalah Islam, maka agama itu akan dikungkung hanya dalam wilayah ibadah ritual. Perintah-perintah agama Islam yang lain dikebiri, seperti penerapan hukum Islam, ekonomi Islam, dll. Bahkan berjilbab ke sekolah saja dilarang di berbagai negara. Dengan demikian, ide kebebasan agama adalah tipuan semata.
2. Kebebasan berpendapat.
Di negara yang katanya menerapkan sistem demokrasi, terbukti orang tidak bebas berpendapat, kecuali sejalan dengan ide penguasa yang notabene pelaksana ideologi sekular-kapitalisme . Jika pendapat yang keluar bertentangan dengan pendapat penguasa, serta-merta pengusungnya akan dituduh subversif. Apalagi jika pendapat yang terlontar itu adalah pendapat Islam.
Penangkapan para aktivis Muslim yang lantang menyuarakan penerapan syariah Islam di Uzbekistan, Kazakhstan, Mesir dan di Indonesia adalah bertentangan dengan teori ‘menjamin kebebasan berpendapat’. Apalagi mereka baru sebatas mengeluarkan opini, wacana atau pendapat, dan bukan tindakan.
Sebagai contoh di
Ironisnya, jika pendapat itu keluar untuk menyakiti Islam, para pendekar HAM segera berteriak lantang: itu adalah wujud kebebasan berpendapat. Gagasan-gagasan yang diusung Jaringan Islam Liberal (JIL) yang jelas-jelas menjungkirbalikkan ajaran Islam, misalnya, dianggap sebagai wujud kebebasan berpendapat. Sungguh absurd!
3. Kebebasan kepemilikan.
Dalam konsepnya, setiap individu harus dijamin kebutuhannya, terutama kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan. Nah, untuk memenuhi itu, setiap individu dibebaskan memiliki apapun sekehendak hatinya. Hanya dengan cara itu kesejahteraan seluruh rakyat akan terwujud. Benarkah?
Jelas tidak. Ide kebebasan kepemilikan yang melahirkan konsep ekonomi kapitalis justru menyengsarakan rakyat. Akibat konsep ekonomi yang mengukur kesejahteraan dari pendapatan perkapita (GNP), pemerintah hanya mengejar tingginya GNP tanpa diikuti penyebaran pendapatan tersebut.
Penerapan sistem perbankan ribawi menyebabkan pertumbuhan sektor real terhambat sehingga lapangan kerja sempit dan rakyat kesulitan mendapatkan sumber nafkah. Lalu adanya pasar modal/saham/ valas sangat berpotensi terjadi spekulasi; orang-orang tertentu (para kapital) mampu mempermainkan sistem seenak perutnya sehingga berdampak pada roda perekonomian. Inilah yang menyebabkan yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.
Memang, sebagian negara pengemban demokrasi berikut HAM-nya, rata-rata maju secara ekonomi. Namun, kekayaan itu diperoleh dari hasil imperialisme yang jelas-jelas melanggar hak asasi manusia. Jaminan kesejahteraan ala HAM yang didengungkan Barat-Eropa tiada lain untuk membenarkan upaya kekuatan mereka menguasai bangsa-bangsa lemah, terutama Dunia Ketiga. Mereka menyerukan ‘penghapusan sekat-sekat ekonomi di antara bangsa-bangsa’ demi menghisap sumber kekayaan ekonomi bangsa-bangsa tersebut.
Pada saat Barat membangun peradaban dunia, bahkan menyebarkan peperangan atas nama menghapuskan perbudakan dan kezaliman, maka saat itu sesungguhnya mereka sedang memperbudak serta menzalimi bangsa-bangsa dan wilayah-wilayah lain melalui imperialisme modern. Akibatnya, di negara-negara Dunia Ketiga angka pengangguran menjulang tinggi dan ratusan juta rakyat jatuh ke jurang kemiskinan. Ini karena hak kepemilikan terhadap harta sebagaimana ide kebebasan kepemilikan bagi setiap individu-individu tersebut hanyalah sebatas konsep, tidak ada realitasnya. Orang kaya yang jumlahnya sedikit saja yang bebas menguasai mayoritas kekayaan alam. Adapun jaminan terpenuhinya hak dasar manusia berupa kebutuhan pokok (makan, minum, tempat tinggal) tidak terpenuhi.
Dengan berbagai realitas di atas HAM justru memunculkan masalah demi masalah. HAM meniscayakan pertentangan dan konflik tiada akhir.
4. Kebebasan berekspresi dan bertingkah laku.
Gagasan ini telah meracuni umat manusia menuju proses dehumanisasi; seperti merebaknya pornografi dan pornoaksi, homoseksualisme/ lesbianisme, seks bebas, perselingkuhan, aborsi, dll. Dampak semua itu adalah kerusakan moral dan rusaknya tatanan kehidupan sosial. Lagipula, kebebasan berekspresi dan bertingkah laku itu hanya berlaku bagi pengusung liberalisme, tidak bagi Islam. Ketika seorang kafir menghina Rasulullah saw. melalui karikatur, film, artikel, dll, serta-merta dikatakan itu kebebasan berekpresi. Namun, ketika mayoritas masyarakat menghendaki pemberantasan pornografi yang jelas-jelas merusak generasi, sontak ditentang habis-habisan karena dianggap mengebiri hak berekspresi. Ketika seorang kiai berpoligami, langsung ‘dihabisi’ sebagai melanggar hak asasi perempuan. Namun, perselingkuhan yang menelikung seorang perempuan dianggap kebebasan bertingkah laku. Sungguh paradoks yang tidak ada ujung pangkalnya.
Demikianlah, telah nyata bahwa prinsip-prinsip HAM merupakan ide khayali yang mustahil terwujud di muka bumi. Kalau idenya saja tidak realistis, sungguh naif jika HAM masih diyakini sebagai ”mukjizat” yang akan menghantarkan manusia pada kebahagiaan. Masihkah kita sebagai generasi muda yang berintelektual memperjuangkan HAM?
Wallâh a’lam bi ash-shawâb.
dari
Henri Perwira Negara
(Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran